Rabu, 18 Maret 2015

PEREKONOMIAN INDONESIA

BAB I
PEMBAHASAN
1.        Sistem Ekonomi Indonesia
1.1   Pengertian sistem.
Sistem merupakan suatu “organisasi besar” yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk sebuah sistem dapat berupa masyarakat, untuk suatu sistem sosial, makhluk hidup dan benda alam, untuk suatu sistem kehidupan atau sistem lingkungan, barang atau alat, untuk suatu peralatan, data, atau kumpulan fakta, untuk suatu sistem informasi atau bahkan kombinasi dari subjek-objek tersebut.
Keserasian hubungan antarsubjek termasuk syarat sebuah sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Keserasian itulah yang dijadikan petunjuk dapat dijalankan sehingga tercapainya tujuan yang diinginkan oleh sistemnya. Guna membentuk dan memelihara keserasian tersebut perlu ada kaidah atau norma yang harus dipatuhi oleh subjek yang ada dalam bekerja dan berhubungan satu sama lain. Kaidah atau norma bisa berupa aturan atau peraturan yang tertulis maupun tidak tertulis untuk suatu sistem yang menjalin hubungan satu sama lain.
1.2   Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk menraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara  lain ideologi  bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsure manusia sebagai subjek, barang-barang ekonomi sebagai objek dan seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksudkan meliputi lembaga-lembaga ekonomi formal maupun informal, cara kerja, mekanisme hubungan, hukum atau peraturan perekonomian serta kaidah atau norma lain yang dipilih atau diterima oleh masyarakat.
Dalam perangkat kelembagaan terdapat kebiasaan, perilaku, dan etika masyarakat yang diterapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumberdaya bagi pemenuhan kebutuhan. Dan sebuah sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsure dalam suatu suprasistem kehidupan masyarakat dan juga termasuk bagian dari kesatuan ideology kehidupan bermayrakat di suatu Negara. Pelaksanaan suatu sistem ekonomi tertentu disebuah Negara akan berjalan mulus jika lingkungan kelembagaan masyarakatnya mendukung.
Benang merah hubungan sistem ekonomi dengan sistem politik adalah, sbb :
1.  Liberalisme (liberal) dengan Komunisme (komunis), konteksnya adalah ideology politik.
2. Demokrasi (demokratis) dengan Otokrasi (otoriter), konteksnya adalah rejim pemerintahan (cara pemerintah).
3. Egalitarianism (egaliter) dengan Etatisme (etatis), konteksnya adalah penyelenggaraan kenegaraan.
4. Desentralisme (desentralistis) dengan Sentralisme (sentralistis), konteksnya adalah struktur birokrasi.
5.  Kapitalisme (kapitalis) dengan Sosialime (sosialis), konteksnya adalah ideology ekonomi.
6.  Mekanisme Pasar dengan Perencanaan Terpusat, konteksnya adalah pengelolaan ekonomi.
Sistem ekonomi suatu Negara bersifat khas, sehingga dapat dibedakan dari sistem yang berlaku atau diterapkan di Negara lain, berdasarkan beberapa sudut tinjauan, yakni :
a.  Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi.
b. Keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya.
c. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.
1.3   Kapitalisme dan Sosialisme
Ø   Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis)
Sistem ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis adalah sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan yang seperti dia inginkan. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa  dan Amerika Serikat.
Ciri-ciri :
  1. Menerapkan sistem persaingan bebas
  2. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
  3. Peranan pemerintah dibatasi
  4. Peranan modal sangat penting
Kelebihan :
  1. Setiap individu bebas memiliki alat produksi sendiri
  2. Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena adanya persaingan
  3. Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat
  4. Kualitas barang lebih terjamin
Kekurangan :
  1. Sulit terjadi pemerataan pendapatan.
  2. Rentan terhadap krisis ekonomi
  3. Menimbulkan monopoli
  4. Adanya eksploitasi
Ø   Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis)
Sistem ekonomi etatisme/sosialis merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi diatur  negara. Dalam sistem ini, jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marx , dia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.
Ciri-ciri :
  1. Hak milik individu tidak diakui.
  2. Seluruh sumber daya dikuasai negara.
  3. Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara.
  4. Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
Kelebihan :
  1. Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
  2. Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
  3. Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
  4. Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
Kekurangan :
  1. Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha
  2. Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
  3. Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.
1.4 Persaingan Terkendali
Dari sistem kepemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, dinyatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia adalah kapitalistik. Tetapi ada pula yang mengatakan bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi sosialis. Jadi, secara konstitusional, sistem ekonomi Indonesia bukan kapitalis dan bukan juga sosialis. Kompetisi untuk memperbaiki taraf kehidupan, baik antarindividu maupun antarbadan usaha, tidak dikekang. Berkenaan dengan kompetisi antarindividu, pemerintah tidak membatasi pilihan orang dalam memasuki bidang pendidikan/keahlian yang diminati.
Sehubungan dengan persaingan antarbadan usaha , tidak terdapat rintangan bagi suatu perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun dalam menghindari persaingan tak sehat dalam pasar barang tertentu sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas bidang usaha termasuk prioritas lokasi usaha. Pengendalian yang dimaksud adalah dengan mengumumkan Daftar Negatif Investasi (DNI). Dalam menerima imbalan atas prestasi kerja juga tidak ada kekangan. Sangat terbuka peluang bagi setiap pekerja/pemodal untuk mendapatkan imbalan melebihi dari sekadar kebutuhan. Pemerintah justru mengatur ketentuan upah minimum bagi pekerja, agar memenuhi standar kebutuhan hidup minimum yang layak.



2.        Sejarah Ekonomi Indonesia
2.1   Sejarah Pra Kolonialis
Pada  masa  sebelum  kekuatan  Eropa  Barat mampu menguasai daratan dan perairan Asia Tenggara, belum ada Indonesia. Nusantara yang sekarang kita kenal sebagai Indonesia terdiri dari pulau-pulau dan tanah yang dikuasai oleh berbagai kerajaan dan kekaisaran, kadang hidup berdampingan dengan damai sementara di lain waktu berada pada kondisi berperang satu sama lain. Nusantara yang luas tersebut kurang memiliki rasa persatuan sosial dan politik yang dimiliki Indonesia saat ini. Meskipun demikian, jaringan perdagangan terpadu telah berkembang di wilayah ini terhitung sejak awal permulaan sejarah Asia. Terhubung ke jaringan perdagangan merupakan aset penting bagi sebuah kerajaan untuk mendapatkan kekayaan dan komoditas, yang diperlukan untuk menjadi kekuatan besar. Tapi semakin menjadi global jaringan perdagangan ini di nusantara, semakin banyak pengaruh asing berhasil masuk; suatu perkembangan yang akhirnya akan mengarah pada kondisi penjajahan.Keberadaan sumber-sumber tertulis adalah yang memisahkan masa sejarah dari masa prasejarah. Karena sedikitnya sumber-sumber tertulis yang berasal dari masa sebelum tahun 500 Masehi, sejarah Indonesia dimulai agak terlambat. Diduga sebagian besar tulisan dibuat pada bahan yang mudah rusak dan - ditambah dengan iklim tropis lembab dan standar teknik konservasi yang berkualitas rendah pada saat itu - ini berarti bahwa sejarawan harus bergantung pada inskripsi/prasasti di atas batu dan studi sisa-sisa candi kuno untuk menelusuri sejarah paling terdahulu nusantara. Kedua pendekatan ini memberikan informasi mengenai struktur politik tua karena baik sastra maupun pembangunan candi adalah contoh budaya tinggi yang diperuntukkan bagi elit penguasa.Sejarah Indonesia memiliki ciri sangat khas, yaitu umumnya berpusat di bagian barat Nusantara (khususnya di pulau Sumatera dan Jawa). Karena sebagian besar bagian timur Nusantara memiliki sedikit kegiatan ekonomi sepanjang sejarah (terletak jauh dari jalur perdagangan utama), hal itu menyebabkan sedikitnya kegiatan politik; suatu situasi yang berlanjut hingga hari ini.
2.2   Sistem Ekonomi Kapitalisme Liberal
Sistem ekonomi Liberal/Kapitalis adalah sistem ekonomi yang aset dan faktor produksinya yang hampir sebagian besar dimiliki oleh swasta/pribadi. Dalam kegiatan produksinya, perusahaan berusaha untuk mendapat keuntungan/profit sebesar-besarnya. Sistem perekonomian ini, memberikan kebebasan pada setiap orang dalam proses ekonomi.  
Ciri – ciri ekonomi Liberal/Kapitalis adalah
-    secara keseluruhan barang yang di hasilkan bermutu tinggi
- masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber produksi
- timbul persaingan dalam masyarakat
-  pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
   Dalam sistem ekonomi apapun tidak terlepas adanya Keuntungan dan kelemahan dalam menjalankan sistem ekonomi. Liberal/Kapital sendiri pun memiliki 2 posisi tersebut. Keuntungan sistem ini adalah :
-       mengahasilkan barang – barang bermutu tinggi, timbulnya rasa ingin maju dari
   masyarakat
    semua yang dilakukan dilakukan secara efisien dan efektif, dan untung yang besar.
·Lalu disisi lain sistem ini memiliki kelemahan yaitu :
-      karena persaingan begitu bebas maka terjadilah persaingan yang tidak sehat antar
  masyarakat
-   terjadinya jenjang sosial yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin
-   sulitnya pemertaan pendapatan.

2.3   Era Pendudukan Jepang
Konstelasi peta politik pada masa perang dunia II nampaknya berimbas pada konstelasi politik di Indonesia, durasi penjajahan Jepang di Indonesia tidak berlangsung lama, karena hanya berjalan hingga sekitar tahun 1945. Secara besar penjahan Jepang di Indonesia diawali pasa bulan juni 1942. Bulan Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pertemuan pertamanya pada bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan. Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan radjiman Widioningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi.
Kebijakan ekonomi pada jaman penjajahan Jepang, terdiri atas :
            1.    Perluasan Areal Persawahan
            2.    Pengawasan Pertanian Dan Perkebunan.
Perluasan areal persawahan guna meningkatkan produksi beras. Meskipun demikian produksi pangan antara tahun 1941-1944 terus-menurun. Pada jaman Jepang hasil pertanian diatur sebagai berikut: 40% untuk petani, 30% harus dijual kepada pemerintah Jepang dengan harga yang sangat murah, dan 305 harus diserahkan ke lumbung desa. Badan yang menanganimasalah pelanggaran disebut Kempetei (Korps Polisi Militer), suatu badan yang sangat ditakuti rakyat. Jepang mengizinkan dua jenis tanaman perkebunan yaitu karet dan kina kedua jenis tanaman itu berhubungan langsung dengan kepentingan perang. Sedangkau tembakau, teh, kopi harus dihetikan penanamannya Karena hanya berhubungan dengan kenikmatan. Jepang menduduki Indonesia hanya tiga tahun setengah, sedangkan Belanda menjajah Indonesia selama tiga abad.

2.4    Ekonomi Indonesia Setiap Periode Pemerintahan Orla,Orba dan Reformasi
Ø Masa Orde Lama ( 1945 – 1967 )
Perekonomian Indonesia pada masa orde lama perlu dicermati karena pada masa tersebut, Indonesia merupakan Negara yang baru saja merdeka. Dalam masa ini, perkembangan perekonomian dibagi dalam 3 (tiga) masa, yaitu :
1.    Masa Kemerdekaan ( 1945 – 1950 )
Keadaan ekonomi pada masa awal kemerdekaan dapat dibilang sangat tidak menggembirakan. Hal itu terjadi karena adanya inflasi yang disebabkan oleh beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Oktober 1946 Pemerintah RI mengeluarkan ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang, namun adanya blockade ekonomi oleh Belanda dengan menutup pintu perdagangan luar negeri mengakibatkan kekosongan kas Negara. Akibatnya Negara berada dalam kondisi krisis keuangan dan kondisi itu tentu membahayakan bagi keberlangsungan perekonomian Indonesia pada saat itu.
Dalam menghadapi krisis tersebut, pemerintah menempuh beberapa kebijakan, yaitu :
1.    Pinjaman Nasional
Pinjaman nasional dilakukan oleh menteri keuagan kala itu dengan persetujuan Badan Pekerja Komiter Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) mengadakan pinjaman nasional yang akan dikembalikan dalam jangka waktu 40 tahun. Pinjaman ini dimaksudkan agar tersedia dana segar bagi operasionalisasi penyelenggaraan Negara.
2.    Pemenuhan Kebutuhan Rakyat
3.    Melakukan Konferensi Ekonomi
Pembahasan mengenai peningkatan hasil produksi pangan, distribusi bahan makanan, sandang, serta status administrasi perkebunan asing dilakukan melalui konferensi ekonomi.
4.    Membuat Rencana Pembangunan
Dibuat Rencana Lima Tahunan (Kasimo Plan) untuk melengkapi pembahasan mengenai peningkatan hasil produksi pangan, distribusi bahan makanan, sandang, serta status perkebunan asing. Dalam dokumen ini meliputi anjutan memperbanyak kebun bibit dan padi unggul, mencegah penyembelihan hewan-hewan yang membantu dalam pertanian, menanami tanah terlantar di Sumatra, dan mengadakan transmigrasi.
5.    Membangun Partisipasi Swasta Dalam Pembangunan Ekonomi
Pemerintah berusaha menggandeng swasta untuk mewujudkan rencana-rencana diatas.
6.    Nasionalisasi Bank Indonesia
Selain kebijakan di atas, muncul pula kebijakan yang dikenal dengan sebutan Sistem Ekonomi Gerakan Benteng dan Sistem Ekonomi Ali-Baba. Kondisi perekomiman pada masa ini lebih banyak berkutat pada bagaimana menyelesaikan permasalahan ekonomi dasar namun hal inipun juga tidak bisa berjalan dengan baik akibat situasi politik yang tidak stabil.

Ø Masa Orde Baru ( 1967 – 1998 )
Masa Orde Baru identik dengan masa pemerintahan Presiden Soeharto. Dikenal beberapa tahapan pembangunan yang menjadi agendanya. Orde Baru mengawali rezimnya dengan menekankan pada prioritas stabilitas ekonomi, dan politik. Program pemerintah berorientasi pada pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan Negara, dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi yang baru melalui pendekatan demokrasi pancasila, dan secara perlahan campur tangan pemerintah dalam perekonomian mulai masuk.
Pentingnya aspek pemerataan disadari betul dalam masa ini sehingga muncul istilah 8 (delapan) jalur pemerataan sebagai basis kebijakan ekonominya, yaitu :
            1)    Kebutuhan Pokok
            2)    Pendidikan dan kesehatan
            3)    Pembagian pendapatan
            4)    Kesempatan kerja
            5)    Kesempatan berusaha
           6)    Partisipasi wanita dan generasi muda
           7)    Penyebaran pembangunan
            8)    Peradilan
Agar implementasi kebijakan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan terencana, maka kebijakan tersebut dilaksanakan dengan sebutan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) dan berlangsung dalam periodisasi lima tahunan sehingga dikenal dengan sebutan Pelita (Pembangunan Lima Tahun). Pelita menunjukkan hasil yang signifikan dalam proses pembangunan ekonomi, terbukti pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras, menurunkan angka kemiskinanm meningkatkan partisipasi pendidikan, penurunan angka kematian bayi, dan peningkatan sector industri, berhasil dalam mengendalikan jumpal penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB).
Sisi negatif dari Pelita adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup, kerusakan suber daya alam, ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar daerah, ketimpangan antar golongan pekerjaan, akumulasi utang luar negeri yang semakin menumpuk serta muncul pula konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Meskipun Orde Baru berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi fundamental ekonomi justru rapuh. Titik kulminasi keterpurukan Orde Baru berujung pada mundurnya Soeharto dari kursi presiden pada tanggal 21 Mei 1998.
Terlepas dari berbagai kontroversi tentang perjalanan rezim Orde Baru, harus diakui bahwa Orde Baru paling tidak telah meletakkan dasar-dasar perekonomian bagi rezim selanjutnya. Kondisi politik yang relatif stabil menjadi modal bagi tumbuhnya perekonomian secara baik.
Ø Masa Reformasi (1998 - Sekarang)
Masa reformasi dianggap sebagai tonggak baru perjalanan kehidupan bangsa Indonesia dari sisi sosial dan politik. Muncul beberapa kebijakan yang kemudian menjadi landasan bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia kedepan. Kebijakan yang paling menonjol adalah adanya pergeseran pengelolaan pemerintahan dari sentralitis menjadi desentralitis.
1.    Masa Presiden BJ. Habibie ( 21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999 )
Salah satu tugas penting Presiden Habibie adalah mendapatkan kembali komunitas Negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Untuk menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia, BJ Habibie melakukan langkah-langkah :
1)    Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara
2)    Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah
3)    Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp 10.000,00
4)    Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri
5)    Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF
6)    Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Shat
7)    Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Meski hanya singkat dalam masa pemerintahannya, namun Habibie menjadi peletak dasar bagi pemerintahan selanjutnya.
   2.    Masa Presiden Abdurrahman Wahid / Gus Dur ( 20 Oktober 1999 - 23 Juli 2001 )
Gus Dur memerintah dengan gaya yang agak kontroversial. Banyak pernyataan-pernyataan yang membuat kebingungan public sehingga berakibat seringnya muncul perdebatan di public yang tidak memberikan pendidikan bagi masyarakat. Gus Dur juga gemar melakukan perjalanan ke luar negeri, yang cenderung terkesan pemborosan. Keterbatasan fisiknya juga mempengaruhi kinerjanya dalam menjalankan pemerintahan.
Perekonomian kala itu butuh perhatian serius dalam penanganannya, salah satunya sector moneter dan untuk mengatasi krisis moneter dan memperbaiki ekonomi Indonesia, dibentuk Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang bertugas untuk memecahkan perbaikan ekonomi Indonesia yang belum pulih dari krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Kondisi perekonomian Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid memliki karakteristik sebagai berikut :
1)    Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisi perekonomian Indonesia mulai mengarah pada perbaikan, di antaranya pertumbuhan PDB yang mulai positif, laju inflasi dan tingkat suku bunga yang rendah, sehingga kondisi moneter dalam negeri juga sudah mulai stabil.
2)    Hubungan pemerintah dengan IMF kurang baik
3)    Sosial dan Politik yang tidak stabil dan semakin parah yang membuat investor asing menjadi enggan untuk menanamkan modal di Indonesia
4)    Makin rumitnya persoalan ekonomi ditandai lagi dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung negative dikarenakan lebih banyaknya kegiatan penjualan daripada kegiatan pebelian dalam perdagangan saham di dalam negeri
Gus Dur telah menghiasi bagian sejarah perjalanan Bangsa Indonesia. Di tengah keterbatasan fisiknya dan gaya kontroversinya, Gus Dur juga telah meletakkan dasar kebijakan yang dapat menjadi pijakan bagi pemerintahan selanjutnya.
 3.    Masa Pemerintahan Megawati Soekarnoputri ( 23 Juli 2001 - 20 Oktober 2004 )
Mewarisi kondisi perekonomian Indonesia yang jauh lebih buruk daripada masa pemerintahan Gus Dur ditunjukkan dengan adanya inflasi dan rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia kurang berkembangnya investor swasta, baik dalam negeri maupun swasta. Selain itu, nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif dan indeks harga saham gabungan yang cenderung menurun.
Salah satu masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi. Untuk mengatasi krisis moneter, Megawati berhasil menaikkan pendapatan per kapita dan menurunkan kurs mata uang rupiah dibawah Rp 10.000,00 dan untuk mengatasi korupsi dibentuklah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada masa kepemimpinan Presiden Megawati, perekonomian Indonesia mulai mengalami kemajuan walaupun masih ada beberapa kebijakannya yang memicu banyak kontroversi tetapi Megawati sebagai presiden wanita pertama di Indonesia menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Keberhasilannya dalam memperbaiki sector moneter, dan membidani terbentuknya lembaga korupsi jelas merupakan modal berharga bagi pemerintahan selanjutnya.
4.    Masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (20 Oktober 2004 - Sekarang )
Merupakan presiden pertama yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu tahun 2004 dan tahun 2009. Pada masa jabatannya, Indonesia mengalami sejumlah bencana alam dan menjadi tantangan tambahan bagi Presiden yang masih bergelut dengan upaya memulihkan kehidupan ekonomi Negara dan kesejahteraan rakyat.
Kebijakan SBY yang dianggap kontroversial yaitu :
1)    Kebijakan mengurangi subsidi BBM
Dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialhikan ke subsidi sector pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2)    Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan bantuan langsung berupa uang tunai kepada masyarakat miskin namun pada kenyataannya kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak dan pembagiannya juga banyak menimbulkan masalah sosial. Kebijakan lain yang ditempuh adalah untuk meningkatkan pendapatan perkapita. Kebijakan ini dilakukan melalui pengendalian pembangunan infrastruktur, melalui ajang pertemuan pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan (tahun 2006). Event ini mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Dengan semakin banyaknya investasi asing di Indonesia diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.
Perkembangan dalam sector utang luar negeri juga menggembirakan. Pada pertengahan bulan Oktober 2006 Indonesia melunasi seluruh sisa hutang pada IMF. Lalu masa ini juga ditandai dengan adanya tingkat pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Namun, tingkat inflasi pada masa ini sempat membumbung tinggi.
Pada tahun 2010, perumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh signifikan seiring pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global yang terjadi sepanjang 2008 hingga 2009. Terbukti, perekonomian Indonesia mampu bertahan dari ancaman pengaruh krisis ekonomi dan finansial yang terjadi di zona Eropa. Walaupun korupsi dan kemiskinan tetap menjadi masalah di Indonesia namun setelah beberapa tahun berada dalam kepemimpinan nasional yang tidak menentu, SBY telah berhasil menciptakan kestabilan politik dan ekonomi di Indonesia. Era SBY meninggalkan beberapa masalah yaitu implementasi pembangunan ekonomi terkesan seadanya karena belum muncul strategi yang bisa membuat perekonomian Indonesia kembali bergairah. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya tingkat angka pengangguran dan kemiskinan yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan.
3.    Pertumbuhan dan Perubahan Struktur Ekonomi
3.1    Produk Domestik Bruto (PDB)
Produk domestik bruto (PDB) dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. PDB  tidak mempertimbangkan kebangsaan perusahaan atau warga negara yang menghasilkan barang atau jasa negara tersebut.PDB dihitung berdasarkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh   warga negara yang berdomisili di negara tersebut, baik pribumi maupun warga negara asing. Nilai PDB dapat dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku atau harga dasar yang konstan. PDB nominal mengukur nilai barang dan jasa akhir dengan harga yang berlaku di pasar pada tahun tersebut. Sedangkan PDB riil mengukur nilai barang dan jasa akhir dengan menggunakan harga yang tetap. PDB yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu konsumsi dinotasikan C, investasi dinotasikan I, pembelian oleh pemerintah dinotasikan G, dan total bersih ekspor atau ekspor neto dinotasikan dengan X – M. Notasi X untuk ekspor dan M untuk impor. Ekspor neto (X – M) menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor. Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:
Y = C + I + G + (X – M)
Y = PDB
Konsumsi, investasi, pembelian pemerintah dan ekspor berkorelasi positif dengan GDP. Sedangkan impor berkorelasi negatif. Setiap kenaikan komponen-komponen yang berkorelasi positif akan menaikan nilai PDB. Sedangkan kenaikan komponen yang berkorelasi negatif akan menurunkan nilai PDB . Setiap kenaikan konsumsi, investasi dan pembelian pemerintah maupun ekspor cederung meningkatkan nilai  PDB . Sedangkan peningkatan impor cenderung menurunkan PDB  Dengan demikian peningkatan PDB dapat dilakukan dengan meningkatkan komponen-komponen yang berkorelasi positif dan menurunkan komponen yang berkorelasi negatif. Pendapatan pribadi berkorelasi positif terhadap besarnya nilai konsumsi. Naiknya pendapatan akan meningkatkan nilai komsumsi rumah tangga. Ketika komsumsi rumah tangga naik, maka PDB cenderung naik. Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan PDB dapat terjadi ketika pendapat pribadi naik. Investasi dipengaruhi oleh tingkat pengembalian modal dan tingkat bunga. Para pemilik modal akan berinvestasi jika tingkat pengembalian modal lebih besar daripada tingkat bunga. Tingkat bunga yang tinggi menyebabkan investasi menjadi tidak menarik atau tidak menguntungkan. Ketika tingkat bunga tinggi sebagian modal digunakan untuk mencari keuntungan dari tingkat bunga melalui deposito atau tabungan. Tingkat bunga tinggi pada akhir akan mengurangi jumlah modal yang diinvestasikan. Jika pengeluaran investasi berkurang, maka PDB cenderung menurun. Hal ini menjelaskan bahwa ketika tingkat bunga tinggi, dan deposito lebih menarik bagi para investor, maka PDB akan cenderung turun . Pembelian pemerintah adalah nilai barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah. Contoh pembelian pemerintah adalah pembelian peralatan militer, pembangunan sarana umum, jalan, gaji pegawai dan jasa yang diberikan oleh pemerintah. Pengeluaran pemerintah dipengaruhi oleh pendapatan pemerintah dari pajak dan pendapatan bukan pajak, seperti perusahaan milik pemerintah. Jika pengeluaran pemerintah turun, maka PDB cenderung turun. Hal ini menjelaskan bahwa jika pendapatan pemerintah naik dan pembelian juga naik maka nilai PDB akan naik. Karena salah satu pendapatan pemerintah adalah pajak, dan  jika pendapatan dari pajak naik, kemudian pemerintah membelanjakan pandapatan dari pajak ini, maka naiknya pajak akan cenderung meningkatkaN PDB. Ekspor neto yang dinotasikan dengan (X – M) adalah neraca perdagangan yang menunjukkan penerimaan bersih dari transaksi internasional. Perubahan arah neraca perdagangan akan mempengaruhi perubahan PDB. Nilai impor lebih besar daripada ekspor menyebabkan neraca perdagangan menjadi defisit. Artinya nilai ekspor neto adalah negatif. Defisit neraca perdagangan cenderung menurunkan nilai PDB . Hal menjelaskan bahwa untuk dapat meningkatkan PDB dapat dilakukan dengan peningkatan ekspor dan penurunan impor.
3.2    Pertumbuhan dan Perubahan Struktur Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atausuatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun.  (konsumsi), dari sisi penawaran, pertumbuhan penduduk juga membutuhkan pertumbuhan kesempatan kerja (sumber pendapatan). Pertumbuhan ekonomi tanpa dibarengi dengan penambahan kesempatan kerja akan mengakibatkan ketimpangan dalam pembagian dari penambahan pendapatan tersebut (cateris paribus), yang selanjutnya akan menciptakan suatu kondisi pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kemiskinan. Pemenuhan kebutuhan konsumsi dan kesempatan kerja itu sendiri hanya bias dicapai dengan peningkatan output agregat (barang dan jasa) atau PDB yang terus menerus. Dalam pemahaman ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi adalah penambahan PDB, yang bearti peningkatan PN.
3.3    Pertumbuhan Ekonomi Selama Orba hingga Saat Ini
Di awal Orde Baru, Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk, dan berhasil untuk beberapa lama. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi, 650% setahun,” kata Emil Salim, mantan menteri pada pemerintahan Suharto. Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto, yang bisa dikatakan berhasil, adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi, Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno, pendahulunya. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran, menertibkan sektor perbankan, mengembalikan ekonomi pasar, memperhatikan sektor ekonomi, dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi, keuangan dan pembangunan. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut.
1. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan, seperti :
a. Rendahnya penerimaan Negara
b. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara
c. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank
d. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi  impor yang    sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana.
2.  Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian.
3.   Berorientasi pada kepentingan produsen kecil.
Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara:
- Mengadakan operasi pajak
- Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan
  menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang
Perekonomian di masa sekarang memiliki karakteristik sebagai berikut:
·           Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisi perekonomian Indonesia mulai mengarah pada perbaikan, di antaranya pertumbuhan PDB yang mulai positif, laju inflasi dan tingkat suku bunga yang rendah, sehingga kondisi moneter dalam negeri juga sudah mulai stabil.
·           Hubungan pemerintah dibawah pimpinan Abdurahman Wahid dengan IMF juga kurang baik, yang dikarenakan masalah, seperti Amandemen UU No.23 tahun 1999 mengenai bank Indonesai, penerapan otonomi daerah (kebebasan daerah untuk pinjam uang dari luar negeri) dan revisi APBN 2001 yang terus tertunda.
·           Politik dan sosial yang tidak stabil semakin parah yang membuat investor asing menjadi enggan untuk menanamkan modal di Indonesia.
·           Makin rumitnya persoalan ekonomi ditandai lagi dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung negatif, bahkan merosot hingga 300 poin, dikarenakan lebih banyaknya kegiatan penjualan daripada kegiatan pembelian dalam perdagangan saham di dalam negeri.

3.4    Faktor-faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia
v  Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaa dengan tingkat harga tertentu Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
v  Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
v  Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.



BAB II
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Jadi kesimpulan dari makalah ini yaitu, sistem merupakan suatu “organisasi besar” yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk sebuah sistem dapat berupa masyarakat, untuk suatu sistem sosial, makhluk hidup dan benda alam, untuk suatu sistem kehidupan atau sistem lingkungan, barang atau alat, untuk suatu peralatan, data, atau kumpulan fakta, untuk suatu sistem informasi atau bahkan kombinasi dari subjek-objek tersebut.

Referensi

v  wikipedia Indonesia





Kamis, 25 Desember 2014

Manajemen Produksi (PT Holcim)

PROFIL PERUSAHAAN


Holcim dikenal sebagai pelopor dan inovator di sektor industri semen yang tercatat sebagai sektor yang tumbuh pesat seiring pertumbuhan pasar perumahan, bangunan umum dan infrastruktur. Kami satu-satunya produsen yang menyediakan produk dan layanan terintegrasi yang meliputi 10 jenis semen, beton dan agregat. Kini tengah dikembangkan usaha waralaba yang unik, yakni Solusi Rumah, yang menawarkan solusi perbaikan dan pembangunan rumah dengan biaya terjangkau dengan dukungan lebih dari 49.000 ahli bangunan binaan Holcim, waralaba yang  hingga 2013 telah mencapai 437 gerai, dan staf penjualan via telepon yang jumlahnya terus bertambah.
Produk kami dijual di lebih dari 8.000 toko bangunan di seluruh Indonesia. Holcim Beton adalah perusahaan yang pertama memasarkan SpeedCrete®, produk beton cepat kering untuk membantu menghemat waktu perbaikan jalan dan proyek pembangunan, sementara layanan pemesanan via telepon MiniMix memudahkan konsumen mendapatkan produk beton jadi pada hari yang sama. Kami pula perusahaan pertama yang mengembangkan fasilitas batching plantkeliling.
Seminar yang kami selenggarakan untuk kalangan industri seputar prosedur pengecoran beton skala besar untuk pendirian pondasi gedung tinggi merupakan yang pertama di sini. Kami mempelopori pembangunan Akademi Holcim yang merupakan pusat pendidikan profesi yang menawarkan program pengembangan ketrampilan teknik dan manajemen kepada para siswa dari negara-negara Asia Tenggara.
Perusahaan mengoperasikan tiga pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat,  di Cilacap, Jawa Tengah, Tuban 1 di Jawa Timur dan fasilitas penggilingan semen di Ciwandan, Banten dengan total kapasitas  gabungan per tahun 11 juta ton semen. Kami mengoperasikan banyak batching plant beton, dua tambang dan jaringan logistik lengkap yang mencakup pula gudang dan silo.
Tim Geocycle kami menyediakan solusi total pembuangan limbah industri, perkotaan dan pertanian bagi konsumen yang tidak ingin terbebani masalah pengumpulan, penyimpanan dan pembuangan limbah berbahaya maupun limbah tidak berbahaya. Reputasi kami kian meningkat, dan seiring dengan itu semakin banyak perusahaan besar di sektor industri maupun pemerintah yang memanfaatkan jasa kami. Konsultan kami bekerja dengan prinsip kurangi, pakai kembali dan daur ulang dalam membantu perusahaan menekan produksi limbah mereka.Geocycle mempelopori pembangunan instalasi pemusnahan gas perusak ozon, CFC, dengan cara yang aman – fasilitas yang pertama di kawasan Asia Tenggara. Kami memperoleh kredit karbon dalam program Mekanisme Pembangunan Bersih UNFCCC dengan memanfaatkan biomassa dalam proses produksi semen karena langkah ini dapat mengurangi emisi CO2 yang muncul dalam proses pembusukan jika limbah pertanian tersebut dibiarkan begitu saja.
Pada tahun 2013 pabrik semen kami di Cilacap menjadi salah satu dari sedikit badan usaha di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup – penghargaan tertinggi di bidang manajemen limbah dan lingkungan hidup di Indonesia, yang dicapai untuk keempat kalinya. Pabrik kami di Narogong berhasil memperoleh peringkat PROPER Hijau untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Pada tahun yang sama, kami memperoleh penghargaan Industri Hijau untuk yang keempat kalinya. Kami juga merupakan perusahaan satu-satunya yang menerima penghargaan Ozon sebagai pengakuan atas kegiatan yang berkelanjutan dalam memusnahkan bahan perusak ozon dengan aman.
Kegiatan CSR Holcim mendapat penghargaan CSR Awards dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah serta pemerintah daerah.

PRODUKSI
Holcim memproduksi sembilan jenis tipe semen begitu pula spesialisasi pada campuran beton serta waralaba Solusi Rumah dan juga memproduksi bahan bangunan jadi.

  1. Holcim Serba Guna
  2. Holcim Smooth Fibre
  3. Holcim Ready Flow
  4. Holcim Ready Flow Plus
  5. Holcim Durable
  6. Holcim Extra Durable
  7. Holcim Drillwell Plus®

Jaringan Holcim


Pabrik Holcim yang ketiga tengah dibangun dekat Tuban di kawasan pesisir utara dan terhubung dengan Surabaya dan wilayah lainnya di Pulau Jawa. Kehadiran pabrik ini akan melengkapi jaringan Holcim di pulau ini yang merupakan pasar bahan bangunan terbesar di Indonesia. Holcim pada tahun 2011 juga mendirikan sejumlah fasilitas baru seperti silo, fasilitas pengepakan dan unit produksi beton siap pakai di Sumatera dan Bali guna memperluas jangkauan kami ke kawasan tersebut.
Jaringan perusahaan mencakup pula sekitar 8.000 toko bahan bangunan dan lebih dari 430 gerai Solusi Rumah, kantor penjualan, pusat distribusi bahan bangunan serta unit produksi beton siap pakai - yang pasokannya diambil dari sejumlah depot logistik.
Geocycle, yang merupakan unit penyedia layanan pengolahan limbah di bawah Holcim, memberikan pelayanan kepada klien di semua pulau besar di dalam negeri.








DIREKTUR PRODUKSI


Lilik Unggul Raharjo


Lilik ditunjuk sebagai Manufacturing Director perusahaan pada bulan Juli 2009 setelah sebelumnya bekerja sebagai Plant Manager Cilacap mulai tahun 2006 sampai dengan 2009. Lilik memegang beberapa jabatan manajemen produksi dan teknis sejak bergabung dengan Holcim pada tahun 1991. Sebelum itu ia bekerja untuk Badan Tenaga Atom Nasional dan di bagian litbang di perusahaan produsen keramik. Lilik adalah sarjana Teknik Kimia dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.



KESIMPULAN

Jadi PT. Holcim Indonesia membangun solusi yang berkelanjutan bagi masa depan masyarakat kita, dan PT.Holcim Indonesia juga memproduksi Semen dan Beton.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.holcim.co.id/id/tentang-holcim/profil-perusahaan.html

Minggu, 16 November 2014

Fungsi Menu bar pada Microsoft

Menu dan ikon pada Menu Bar terdiri dari menu File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Table, Window, dan Help. Berikut ini akan dijelaskan mengenai berbagai fungsi dari setiap menu tersebut.
1. File
Menu file berfungsi untuk membuat, membuka, menyimpan, mencetak, mengatur ukuran halaman hingga menutup suatu dokumen yang kiti tool-tool yang terdapat dalam menu file fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu File.

Fungsi Menu File :
  • New : Untuk membuat lembar kerja baru
  • Open : Untuk membuka file dokumen yang pernah kita buat
  • Close : Untuk menutup file yang sudah sedang aktif
  • Save : Untuk menyimpan file yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan.
  • Save as : Untuk menyimpan file yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan dengan nama file baru.
  • Save as Web Page : Untuk menyimpan file yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan dengan nama file baru.
  • Search : Untuk mencari file atau nama file
  • Versions : Untuk menampilkan tanggal dan waktu masing-masing versi yang disimpan dan nama orang yang menyimpan.
  • Web Page Preview : Untuk menampilkan file yang aktif sebagai halaman web dalam browser sehingga kita dapat melihat seperti apa dokumen yang dibuat sebelum diterbitkan/dicetak.
  • Page Setup : Untuk menentukan margin dan ukuran kertas.
  • Print Preview : Untuk melihat tampilan dokumen sebelum dicetak
  • Print : Untuk mencetak dokumen yang kita buat
  • Send to : Untuk mengirim dokumen ke media lain seperti Microsoft Powerpoint
  • Properties : Untuk menampilakn informasi tentang dokumen yang aktif
  • Exit Untuk : keluar dari program Microsoft Office

2. Edit
Menu Edit berfungsi untuk mengedit (melakukan perubahan dengan cara menambah, menghapus, memotong, menyalin, membatalkan, mengatur pemunculan objek, dan lain-lain. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Edit.

Fungsi Menu Edit :
  • Undo : Untuk membatalkan perintah terakhir
  • Repeat : Untuk membatalkan Undo
  • Cut : Untuk memotong suatu objek seperti kata, kalimat, gambar dan memasukkannya ke clipboard atau                     dokumen lain.
  • Copy : Untuk meng-copy atau menyalin suatu objek ke dalam clipboard atau dokumen lain.
  • Office Clipboard : Untuk mengatur pemunculan objek dari clipboard
  • Paste : Untuk memunculkan suatu objek dari dalam clipboard atau dokumen lain.
  • Paste Special : Paste dengan kriteria tertentu
  • Paste as Hyperlink : Untuk memunculkan objek dari dalam clipboard namun tetap ada hubungannya walau berada                               di tempat yang berbeda.
  • Clear : Untuk menghapus format atau objek yang dipilih.
  • Select All : Untuk memilih/memberi tanda blok hitam pada seluruh lembar kerja
  • Find : untuk mencari mencari kata yang dikehendaki
  • Replace : untuk mengganti kata
  • Go to : untuk berpindah halaman, baris, kolom, objek, dan lain-lain.
  • Links : untuk membentuk hubungan
  • Object : untuk mengedit object


3. View
Menu View berfungsi untuk mengatur tampilan layar dari dokumen yang kita kerjakan. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu View.

Fungsi Menu View :
  • Normal : untuk menampilkan tampilan layar yang normal atau tampilan standar (default)
  • Web Layout : untuk menampilkan tampilan editing dokumen kita ketika muncul di web browser.
  • Print Layout : Untuk menampilkan print layout yang berupa sebuah tampilan editing dokumen kita ketika akan                           mencetak.
  • Outline : untuk memindahkan tampilan editing dokumen kita ke tampilan outline view, sehingga kita dapat                           memeriksa dan bekerja dengan struktur file dokumen kita dalam bentuk outline klasik.
  • Task Pane : untuk menampilkan Task Pane
  • Toolbars : untuk menampilkan dan menyembunyikan toolbar-toolbar yang dikehendaki
  • Ruler : untuk menampilkan dan menyembunyikan/menghilangkan penggaris yang ada di atas area kerja
  • Document Map : merupakan layar vertikal yang berfungsi juga sebagai peta dokumen untuk memberitahukan                                letak/posisi dokumen kita sekarang.
  • Header and Footer : untuk membuat header dan footer
  • Footnotes : untuk membuat catatan kaki
  • Markup : untuk memunculkan atau menyembunyikan komentar
  • Full Screen : untuk menggunakan tampilan layar menjadi tampilan penuh layar
  • Zoom : untuk memperbesar tampilan

4. Insert
Menu insert berfungsi untuk menyisipkan teks, tanggal atau waktu, simbol, diagram, file, objeck, dan sebagainya. Selain itu dapat digunakan untuk memberi nomor halaman pada dokumen yang kita kerjakan. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu insert.

Fungsi Menu Insert :
  • Break : untuk menentukan jenis perpindahan
  • Page Number : untuk memberi nomor halaman
  • Date and Time : untuk menyisipkan tanggal
  • Auto Text : untuk menyisipkan teks
  • Field : untuk menyisipkan field
  • Symbol : untuk menyisipkan simbol
  • Comment : untuk menyisipkan komentar dan catatan
  • Reference : untuk menyisipkan footnote, caption, cross reference, dan index
  • Web Component : komponen dari web
  • Picture : untuk menyisipkan gambar
  • Diagram : untuk menyisipkan diagram
  • Text Box : untuk menyisipkan text box
  • File : untuk menyisipkan file
  • Object : untuk menyisipkan objek
  • Bookmark : untuk menyisipkan bookmark
  • Hyperlink : teks atau grafik yang kita kirimkan ke suatu file, dokumen HTML

5. Format
Menu Format berfungsi untuk menentukan jenis huruf, paragraf, memberikan penomoran, membuat jenis kolom dalam teks, memberi bingkai dan arsiran, mengatur huruf besar dan kecil dan berbagai hal yang berkaitan dengan format dokumen. Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi menu format, berikut berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu format.
Fungsi Menu Format :
  • Font : untuk menentukan jenis huruf dan atributnya.
  • Paragraph : untuk menentukan jenis paragraf
  • Bullet and Numbering : untuk memberikan bullet dan penomoran
  • Border and Shading : untuk memberikan bingkai dan arsiran
  • Columns : untuk membuat jenis columns
  • Tabs : untuk menentukan batas tabulasi
  • Drop Cap : untuk memberikan efek drop cap
  • Text Direction : untuk mengatur arah horizontal dan vertikal dari teks yang diketik.
  • Change case : untuk mengatur huruf besar dan kecil
  • Background : untuk memberikan warna latar belakang dokument yang dikerjakan
  • Theme : untuk mengatur format tampilan theme yang akan digunakan pada sebuah halaman web, dokumen, dan               pesan email.
  • Frame : untuk membuat tabel daftar isi dengan menggunakan heading dari dokumen dan menempatkan di                        sebelah kiri halaman frame.
  • Auto Format : untuk mengubah format menjadi format dokumen atau surat
  • Styles and Formating : untuk mengubah style dan format
  • Reveal and Formating : untuk menampilkan task panel reveal formatting yang berfungsi untuk menentukan format                                    suatu teks.
  • Object : untuk memformat object

6. Tools
Menu Tools berfungsi untuk memeriksa ejaan, memilih bahasa yang dikehendaki, menghitung banyak kata atau karakter, memproteksi dokumen, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Tools berikut ini.

Fungsi Menu Tools :
  • Spelling and Grammar : untuk memeriksa ejaan
  • Language : untuk memeriksa ejaan
  • File Broken Text : untuk mengatur dan menyusun text yang berantakan atau tak beraturan (fasilitas ini terdapat                              dalam Microsoft Word Window XP)
  • Word count : untuk menghitung banyaknya kata, paragraf, baris, karakter, dan halaman
  • Auto Summarize : untuk merangkum poin-poin secara otomatis dalam dokumen
  • Speech : untuk mengubah perintah keyboard/mouse dengan suara menggunakan bahasa yang dikenal oleh                         Microsoft Office
  • Track Change : untuk menandai perubahan-perubahan yang dilakukan dalam dokumen terakhir/baru atau yang                            sedang dikerjakan, dan mencatat setiap perubahan tersebut saat dilihat kembali.
  • Compare and Merge Document : untuk membandingkan dan menggabungkan dokumen
  • Protect Document : untuk memproteksi dokumen
  • Online Collaboration : untuk melakukan kolaborasi dengan para pengguna internet seperti diskusi maupun net                                       meeting.
  • Letters and Mailing : untuk membuat surat dan label
  • Tools on the Web : untuk melihat fungsi tools secara online
  • Macro : untuk membuat macro
  • Template and Add-Ins : untuk membuat templates
  • Auto Correct Options : untuk membuat autocorrect
  • Customize : untuk melihat tombol toolbar, menu, dan shortcut key
  • Options : untuk memodifikasi setting program dari Microsoft Office

7. Table
Menu Table berfungsi untuk membuat tabel, menyisip tabel dalam teks dokumen, mengurutkan data, dan segala hal yang berkaitan tabel. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Table berikut ini.

Fungsi Menu Table :
  • Draw Table : untuk menggambar tabel
  • Insert : untuk menyisipkan tabel, kolom, baris, atau sel
  • Delete : untuk menghapus table, kolom, baris, atau sel
  • Select : untuk menyeleksi tabel, kolom, baris, atau sel
  • Merge Cells : untuk menggabungkan sel-sel terpilih
  • Split Cells : untuk membagi sel kolom pada tabel menjadi beberapa sel kolom yang lebih kecil
  • Split Table : untuk memisahkan tabel
  • Table auto Format : untuk membuat format tabel secara otomatis
  • Autofit : untuk menyesuaikan lebar kolom pada tabel dengan lebar window secara otomatis
  • Heading Rows Repeat : untuk menunjuk baris terpilih untuk menjadi heading table yang diulang pada halaman selanjutnya.
  • Convert : untuk mengkonversi bentuk teks ke bentuk tabel atau sebaliknya
  • Sort : untuk mengurutkan data
  • Formula : untuk memberikan formula (perhitungan matematika)
  • Show Gridlines : untuk memunculkan atau menyembunyikan garis bantu
  • Table Properties : untuk menampilkan properties untuk tabel

8. Window
Menu Window berfungsi untuk membuka jendela baru, menyusun semua jendela yang aktif dan melihat dokumen yang sedang aktif. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Windo berikut ini.
Fungsi Menu Window :
  • New Window : untuk membuka jendela baru
  • Arrange All : untuk menyusun semua jendela yang aktif
  • Split : untuk membagi lembar kerja yang aktif menjadi dua bagian
  • 1 Document2 : untuk melihat seluruh dokumen yang aktif

9. Help
Salah satu fungsi Menu Help adalah memunculkan fasilitas help yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah yang dihadapi pada saar menggunakan fasilitas Microsoft Word, termasuk informasi mengenai suatu ikon. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Help berikut ini.
Fungsi Menu Help :
  • Microsoft Word Help : untuk memunculkan fasilitas help yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah.
  • Show the Office Assistant : untuk menampilkan atau menyembunyikan office assistant
  • What’s This : untuk meminta penjelasan mengenai icon yang ditunjuk
  • Office on the Web : untuk meminta informasi terkini dari office web site
  • Activate Product : untuk memunculkan Activate Product
  • Word Perfect Help : untuk memberikan informasi bagi pemakai Word Perfect
  • Detect and Repair : untuk mencari dan memperbaiki kesalahan secara otomatis
  • About Microsoft Word : untuk menampilkan informasi mengenai program Microsoft Word yang kita gunakan.

Sumber : http://biellsoft.blogspot.com/2013/08/fungsi-menu-bar-pada-microsoft-wordms.html

Senin, 10 November 2014

PENGERTIAN BACK UP DATA

PENGERTIAN BACK UP DATA



1. APA YANG DI MAKSUD BACK UP DATA ?

Backup adalah membuat salinan dari file-file penting Anda. Ini perlu dilakukan untuk menjamin "kelangsungan hidup" data Anda, semacam "asuransi" seandainya sampai terjadi kerusakan media penyimpan data. Jadi satu file yang sama minimal ada di dua media yang berbeda. Bukan backup namanya jika setelah dicopy, file asli dihapus agar harddisk tidak penuh.Seringkali backup terkendala oleh biaya, ketidak-tahuan pengguna, atau terbengkalai setelah sekian lama tidak ada masalah apapun.Dewasa ini backup sebetulnya juga harus dilakukan untuk data pada ponsel Anda, namun kali ini saya hanya akan membahas backup data pada komputer.


2. JENIS JENIS BACK UP DATA

Full ( normal) : backup semua file yang dipilih tidak mempedulikan attibut archive bit file. Setelah filedibackup maka archive bit dari file tersebut akan dihapus sampai file tersebut dimodifikasi. Ketikaarchive bit diset kembali ini mengindikasikan bahwa data tsb telah berubah dan perlu dibackup lagi.

- Incremental : backup data yang mengalami perubahan sejak backup terakhir dilakukan. hanya file dgnarchive bit yang akan dibackup. archive bit akan dihapus setelah dilakukan incremental backup. Tipebackup ini menghemat penggunakan pita tapi memerlukan waktu yang lama untuk merestore datakarena data2 tersebar pada pita2 yang berbeda.

- Differential : Sama dengan tipe incremental tapi archive bit tidak dihapus setelah backup.

- Copy : sama dengan tipe full backup tapi archive bit tidak dihapus setelah file dibackup. jadi keadaanfile dibiarkan tetap seperti semula seperti sebelum dibackup

Sabtu, 08 November 2014

Cara Menggunakan Line Di komputer

1. Cara Menggunakan Line Di komputer :
    1. Setelah Aplikasi di install klik ganda untuk membuka aplikasi.
    2. Jika anda sudah punya akun LINE sebelumnya di handphone smartphone android /             blackberry, maka anda Hanya Perlu memasukan email dan password saja kemudian           klik login.
    3. Namun jika anda belum mempunyai akun line atau tidak punya handphone android /             blackberry. untuk bisa menggunakan aplikasi line di komputer anda harus                             menggunakan aplikasi bluestack 
    4. Download dan install aplikasi bluestacks sampai selesai.
    5. buka aplikasi bluestacks cari pada pencarian aplikasi. ketik / isi dengan tulisan Line 
    6. setelah ketemu aplikasi line . download dan install.
    7. kemudian tetap di bluestack, buka aplikasi line tersebut. nanti ada pilihan login dan               register. pilih yang register. isi data nomer hp, email , dll . masukan kode konfirmasi               yang di berikan.
    8. setelah sukses mendaftar Line . Nah, sekarang anda bisa keluar dari bluestack dan               langsung menggunakan Aplikasi Line di komputer tadi. Login dengan Menggunakan             Email dan Password yang telah anda buat / daftarkan. Selesai . .

Anda juga bisa menggunakan line tersebut dengan menggunakan aplikasi bluestack tadi.
Namun lebih ringan dan mudah bila langsung menggunakan tanpa aplikasi bluestack yaitu langsung dengan aplikasi line komputer tersebut.

Sebab-Sebab Pengangguran dan Jenis-Jenis Pengangguran

1. Sebab-Sebab Pengangguran
    
    Sering kita temui dalam masyarakat sarjana lulusan teknik, misalnya yang tidak mau bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan pendidikan dan keahliannya. Mereka lebih memilih untuk menganggur.
    Faktanya, seringkali kondisi ini memaksa angkatan kerja untuk melepaskan idealismenya untuk bekerja di bidang yang mereka inginkan. Jadi, kondisi ini memunculkan masalah pengangguran yang tergolong setengah menganggur.
    Pengangguran yang terjadi di Indonesia terutama disebabkan oleh ketidakseimbangan (disequilibrium) antara jumlah angkatan kerja yang ada dan kesempatan kerja yang tersedia. Sebab-sebab lainnya ialah adanya pergantian musim, penggantian tenaga manusia oleh mesin sebagai proses alih teknologi dan efisiensi, perubahan struktur perekonomian dari pertanian ke indsutri dan jasa, serta adanya siklus konjungtur ekonomi, Adanya kesenjangan atau hambatan (friction) antara pencari kerja dan lapangan kerja serta terjadinya penurunan permintaan masyarakat total atas barang atau jasa juga mengakibatkan pengangguran. (Chris Manning dan Tadjudin Noer Effendi, 1996)

2. Jenis-Jenis Pengangguran

    a. Pengangguran Musiman
    b. Pengangguran Teknologi
    c. Pengangguran Struktural
    d. Pengangguran Siklis
    e. Pengangguran Friksional
    f. Pengangguran karena Kurangnya Permintaan Agregat (Total)
    g. Pengangguran sukarela (voluntary)




Sumber : Endro Sariono, Slamet Subekti, Burhanuddin A. Usman M. Jaharuddin, M. Alwi - Manusia dan Perilaku Ekonomi SMA kelas XI